Rabu, 09 Januari 2013

Kata Mereka itu Rahasia

Blog ini sebenarnya sudah lama saya buat tp bingung mau menulis apa supaya halaman-halamannya bisa rame, eeehhh...Tiba-tiba jari2 saya gatal ingin menulis sesaat setelah tanpa sengaja melihat dan mendengar ibu- ibu depan rumah yang lagi seru-serunya ngerumpi..biasalah ibu-ibu kalo sudah ngumpul2 akan terhampar ditengah2 lingkaran mereka 1001 macam cerita baik dan buruk..sudah bisa ditebak, yg lebih seru bagi sebagian besar ibu2 yg ngumpul adalah cerita2 yg kurang baik atau biasa orang-orang menyebutnya Gosip Murahan..hehehehe..sedikit tidak enak memang buat lewat ditelinga. Sambil ngopi ikut deh telinga nyambar- nyambar dikit :D
Cerita dimulai dari mulut seorang ibu muda gendut dengan konstruksi bibir yg memang sepertinya terdesain untuk berbicara sangat lancar, kalau diibaratkan membaca sebuah ketikan di lembaran kertas, dia sanggup melahap satu paragraf lebih tanpa harus menarik nafas, atau mungkin juga sudah terlatih setiap hari olah nafas, yg jelasnya bukan terlatih olahraga (badannya masih ndut kan??) hehehehe...lupakan soal olah nafas dan olahraga. kelancaran gerak bibirnya akan sangat lancar kalau ceritanya membahas aib seseorang ketimbang bercerita yg memuji seseorang, hampir semua yang hadir di konfrensi gosip itu beda-beda tipislah dengan ibu itu.
Sebenarnya "konfrensi meja bundar" itu tidak memiliki pokok pembahasan seperti pertemuan-pertemuan kaum intelek :D, iyalah..namanya juga bergosip ria..
Beragam cerita termuntahkan dari mulut setiap yg hadir, tapi tiba-tiba smuanya terfokus ke cerita yang paling seru menurut mereka, entah dari siapa sumber cerita, bak ocehan burung beo si ibu gendut terlihat tak mau kalah dari yang lainnya. Kalo ga salah dengar, mereka ribut-ribut soal kabar beredarnya video durasi pendek versi lokal yang sudah pasti labelnya 18+.
"Kalau soal itu memang ada, Saya sudah pernah liat", ibu gendut itu dengan semangatnya menghapus semua bising sambil memperbaiki letak kursinya yg sudah mulai lelah menahan beban.
Liat dimana? bisa dicopy tidak? orangnya yang mana? hampir bersamaan semua pertanyaan itu terdengar tak kalah heboh dari suara interupsi atau cecaran pertanyaan seorang reporter.
"Ternyata benar pemeran utamanya orang daerah sini (hehehe...adanya cuma pemeran utama, pemeran pendukungnya tidak ada), videonya masih ada didalam HaPe, saya dapat dari teman, bisa kalau mau liat atau dicopy ke hape asal jangan disebarkan ke orang lain, teman saya bilangnya begitu."
Hmmm...ibu ini, sudah dapat pesan untuk tidak menyebarkan, tapi tetap disebarkan dengan berpesan yang sama, benar-benar tidak ada benarnya :D
Semua "peserta" yang mungkin karena semangat dan fokusnya ke urusan video tadi tiba-tiba jadi pada sibuk mengambil hapenya, sampai ada yg saking semangatnya berlari kembali ke rumahnya hanya untuk mengambil hape, dan kembali membawa hape tercanggih di abadnya, orang menyebutnya hape Komuniketer (Komunikasi dan Senter), hehehehe...kasian ibu-ibu yang penasaran dan masih semangat untuk liat yang begituan.
"Janji ya semuanya, jangan sampai disebarkan ke orang lain, ini rahasia lho..cuma kita2 yang ada disini yang tau" kembali ibu gendut itu mengingatkan, tapi lupa kalo dia juga sudah berjanji sebelumnya.
"Iya bu, janjii..kalopun ada yg liat paling orang dirumah" Hmmm....kurang paham juga orang dirumahnya cuma satu atau mungkin 5 keluarga .. hahahaha
Selesai urusan copy mengcopy video lewat blutut dan tukar-tukaran memory card, lanjutlah cerita yang tidak kalah menggelikan lagi. Peserta gosip pun satu persatu memperlihatkan rasa kasihan ke pemeran VDP (Video Durasi Pendek:red), menurut mereka tega benar orang yang menyebarkan video itu. Ahhh...kayaknya lebih tega orang yang barusan bicara begitu, gumam saya dalam hati sambil beranjak menjauh dari arena gosip :D
Intinya sebuah pesan itu adalah amanah yang harus dijaga dengan baik, karena kalau tidak, ya jadinya seperti cerita yang tidak penting seperti diatas. Bagi sebagian orang tanpa sadar mereka mengatakan hal yg bodoh.. yaitu, jangan bilang-bilang yaa..Rahasia ini cuma saya, kamu, dan semua orang yang boleh tahu...hahahahaha. Lagian tidak ada gunanya ngumpul-ngumpul terutama para ibu-ibu yang gemar bergosip ria, kalau hanya bercerita kejelekan orang lain, karena tanpa sadar kita menceritakan kejelekan kita sendiri..

#hmmmmm..tapi sepertinya saya baru sadar ternyata saya juga sudah termasuk didalamnya..hehehe#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar